Pages

Selasa, 11 Oktober 2011

Rabu, 05 Oktober 2011

(Mungkin) itu cinta


Kalau nalar tak lagi sanggup bersanding dengan hati, kalau hati seolah punya cara sendiri yang tak kau mengerti. Kalau ia tetap tumbuh tak peduli betapa kau berusaha memberangusnya.
Kalau sosoknya sempurna di matamu kendati kau tahu tiada seorang pun yang sempurna di dunia.
Kalau kau membutuhkannya seperti udara segar, menginginkannya seperti musafir kelaparan dan mendambakannya seperti kafilah tersesat di gurun.
Kalau kenangan tentangnya menjadi hal terindah yang kau punya, yang ingin kau airkeraskan dan kau kantungi ke mana-mana.
Kalau ditinggalkannya kau remuk-redam babak-belur dan kau tahu, jika kau bisa mengulang waktu, kau akan tetap terjun dari tebing yang sama.
Kalau hidupmu berporos padanya, seluruh energimu terpusat pada eksistensinya dan semesta mungilmu dikuasainya tanpa banyak usaha.
(Mungkin) Itu cinta.

sumber : http://jennyjusuf.wordpress.com/

Kisah Pendek tentang Kita

Teh di teko kaleng yang kita bagi berdua. Denting sendok gula. Matamu yang berbinar. Ceritamu yang penuh semangat. Gelakmu yang lepas. Celotehmu yang selalu menerbitkan senyum. Kau tak tahu betapa mudahnya kau untuk dicintai.

Susu hangat yang kau sesap perlahan. Pandanganku yang mengikuti langkahmu di sela rintik hujan. Cangkir jahe yang kau dorong ke arahku supaya bisa kucicipi duluan. Kuah panas yang mengepul di piring beling. Senandung bocah pengamen yang mengiringi suapan demi suapan.

Wangi tubuhmu. Bidang dadamu. Bulu-bulu kasar di lenganmu. Gelitik jemarimu. Janggutmu yang tumbuh pendek-pendek.

Tawaku. Napasmu. Gumamku. Bisikanmu. Geliat kita. Segala yang ingin kusimpan tentang kita.

Aku mengingat mimpi-mimpi yang kau bintangi. Kau selalu jadi pemain utama. Aku penonton yang mengagumimu. Tak perlu ada figuran, karena kau sempurna berdiri sendiri.

Rinduku tak punya suara, dan ia mewujud tanpa aksara. Aku mencintaimu dari tempatku berada. Tanpa engkau perlu tahu. Karena dalam ketaktahuanmu tersimpan damai.

Kusayangi kau sebatas punggung. Itu sudah cukup.

sumber : http://jennyjusuf.wordpress.com/